Scarlett Logo

0

Profile
Skincare Education

SPF 35 vs SPF 50: Mana yang Lebih Baik dan Kapan Harus Pakai yang Mana?

RRatih Jayanti
6 menit baca
SPF 35 vs SPF 50: Mana yang Lebih Baik dan Kapan Harus Pakai yang Mana?

Selisih perlindungan antara SPF 35 dan SPF 50 itu jauh lebih tipis dari yang kamu bayangkan. SPF 35 memblokir sekitar 97.1% sinar UVB, sementara SPF 50 memblokir sekitar 98%. Bedanya cuma sekitar 1 persen, bukan berkali-kali lipat seperti yang sering dikira orang. Justru yang sering luput dari pembahasan adalah PA rating, yaitu perlindungan terhadap sinar UVA, dan ini yang sebenarnya lebih krusial untuk iklim Indonesia. Di artikel ini Minett bakal jelasin arti angka SPF secara konkret, perbedaan aslinya, kenapa PA lebih penting dari yang dikira, dan kapan Sahabat Scarlett sebaiknya pakai yang mana.

Apa Arti Angka SPF Sebenarnya?

SPF (Sun Protection Factor) adalah angka yang menunjukkan seberapa besar kemampuan sunscreen memblokir sinar UVB, yaitu sinar matahari yang menyebabkan kulit terbakar (sunburn) dan memicu kulit menggelap.

Banyak yang salah paham dan mengira SPF 50 berarti perlindungannya "50 kali lebih kuat" atau bikin kita tahan 50 kali lebih lama di bawah matahari. Padahal bukan begitu cara bacanya.

Angka SPF sebaiknya diterjemahkan ke persentase UVB yang diblokir. Dan begitu diterjemahkan, hasilnya cukup mengejutkan:

SPF

Perkiraan UVB yang Diblokir

SPF 15

~93.3%

SPF 30

~96.7%

SPF 35

~97.1%

SPF 50

~98%

SPF 100

~99%

Perhatikan polanya. Lompatan dari SPF 15 ke SPF 30 masih terasa. Tapi dari SPF 35 ke SPF 50? Cuma naik sekitar 0.9 persen. Bahkan SPF 100 pun tidak pernah mencapai 100 persen. Tidak ada sunscreen yang bisa memblokir sinar matahari sepenuhnya, dan itu normal.

Bedanya SPF 35 dan SPF 50 Berapa Persen Sebenarnya?

Sekitar 1 persen saja. Dan dalam praktik sehari-hari, selisih setipis itu sering kali kalah penting dibanding faktor lain.

Kenapa? Karena angka SPF di kemasan itu diuji di laboratorium dengan jumlah aplikasi standar sebesar 2 mg per sentimeter persegi kulit. Untuk wajah, itu setara kira-kira dua ruas jari telunjuk dan jari tengah, atau sekitar seperempat sendok teh.

Nah, di dunia nyata, mayoritas orang cuma pakai sepertiga sampai setengah dari jumlah itu. Kalau kamu cuma oles tipis-tipis satu pump, SPF 50 yang dipakai setengah dosis bisa jadi perlindungannya turun setara SPF 20-an.

Artinya, SPF 35 yang dipakai dengan jumlah cukup dan di-reapply rutin akan jauh lebih melindungi dibanding SPF 50 yang dipakai tipis dan tidak pernah diulang. Kuantitas dan konsistensi menang telak dari angka di kemasan.

PA++++ Itu Apa dan Kenapa Lebih Kritis untuk Indonesia?

PA (Protection Grade of UVA) adalah rating yang menunjukkan seberapa kuat sunscreen melindungi kulit dari sinar UVA. Dan untuk iklim Asia, khususnya Indonesia, ini justru poin yang paling sering dilewatkan orang.

Bedanya UVA dan UVB begini:

UVB adalah sinar yang bikin kulit Burn (terbakar, memerah, perih). Intensitasnya naik turun tergantung jam dan musim, dan sebagian besar terhalang kaca.

UVA adalah sinar yang bikin kulit Aging (penuaan dini, kerutan, flek, kulit kusam, hiperpigmentasi). Panjang gelombangnya lebih panjang, jadi dia menembus lebih dalam ke lapisan kulit, intensitasnya relatif stabil sepanjang hari, bahkan saat mendung, dan yang bikin kaget: UVA bisa menembus kaca jendela.

Jadi meskipun kamu kerja seharian di dalam ruangan dekat jendela, UVA tetap sampai ke kulit.

Rating PA dibaca seperti ini:

Rating PA

Tingkat Perlindungan UVA

PA+

Rendah

PA++

Sedang

PA+++

Tinggi

PA++++

Sangat tinggi

Nah, di sinilah poin pentingnya. Karena Indonesia adalah negara tropis dengan paparan sinar matahari yang intens sepanjang tahun, PA++++ adalah standar minimum yang sebaiknya tidak ditawar. Percuma SPF-nya 50 tapi PA-nya cuma ++. Kulit tetap "dibiarkan" berhadapan dengan penyebab utama penuaan dini dan flek.

Makanya kalau kamu sedang membandingkan sunscreen, jangan cuma lihat angka SPF-nya. Cek juga PA-nya. Idealnya, cari yang PA++++ dan berlabel broad spectrum.

Sunscreen SPF Berapa yang Cukup untuk Indonesia?

Untuk aktivitas harian di Indonesia, SPF 30 ke atas dengan PA++++ sudah memenuhi standar perlindungan yang memadai. SPF 35 dan SPF 50 keduanya lolos syarat ini dengan aman.

Yang membedakan bukan soal "cukup atau tidak cukup", tapi soal kecocokan dengan aktivitas dan kondisi kulit kamu. Karena sunscreen terbaik itu bukan yang angkanya paling tinggi, tapi yang paling nyaman dipakai sehingga kamu mau pakai konsisten setiap hari.

Sunscreen yang berat, lengket, atau bikin breakout biasanya berakhir teronggok di laci. Dan sunscreen yang tidak dipakai punya SPF nol, seberapa pun angkanya.

Kapan Pakai SPF 50 dan Kapan Cukup SPF 35?

Ini panduan praktisnya.

Pilih SPF 50 kalau:

Aktivitas kamu banyak di luar ruangan. Kerja lapangan, commuting naik motor, jalan kaki di siang bolong, olahraga outdoor, atau berjemur di pantai.

Sedang traveling ke daerah dengan paparan matahari intens. Pantai, gunung, atau area terbuka tanpa banyak naungan.

Kulit cenderung mudah menggelap atau punya concern hiperpigmentasi. Perlindungan maksimal membantu mencegah pigmentasi bertambah gelap.

Sedang pakai active ingredients seperti retinol, AHA/BHA, atau Vitamin C yang bikin kulit lebih sensitif terhadap matahari.

Pilih SPF 35 kalau:

Aktivitas mayoritas di dalam ruangan. Kerja kantoran, kuliah di kelas, WFH. Paparan matahari relatif terbatas.

Kulit kamu berjerawat atau acne prone. Ini penting banget. Untuk kulit yang lagi berjerawat, prioritasnya bukan angka SPF paling tinggi, tapi formula yang ringan, tidak menyumbat pori (non comedogenic), dan tidak memperparah kondisi kulit. Sunscreen dengan SPF sangat tinggi kadang punya tekstur yang lebih heavy atau formula yang lebih rich, dan buat kulit berjerawat itu bisa jadi masalah baru. SPF 35 dengan PA++++ sudah memberikan perlindungan yang lebih dari memadai, sambil tetap ramah untuk kulit yang sedang bermasalah.

Butuh tekstur yang ringan dan nyaman untuk reapply sepanjang hari.

Ingat, apapun pilihannya, kunci utamanya tetap reapply. Idealnya setiap 2 sampai 3 jam kalau beraktivitas di luar, atau setelah berkeringat banyak dan cuci muka.

Dua Pilihan Sunscreen Scarlett dan Logic di Baliknya

Scarlett sengaja menghadirkan dua pilihan sunscreen karena Minett paham bahwa kebutuhan kulit setiap orang itu berbeda, dan memaksakan satu produk untuk semua orang justru tidak masuk akal.

Scarlett Ultra Light Daily Sunscreen SPF 50 PA++++

Ini pilihan buat kamu yang butuh perlindungan maksimal tanpa rasa berat. Sesuai namanya, teksturnya ultra light, cepat meresap, dan tidak meninggalkan white cast yang bikin wajah kelihatan abu-abu. Cocok banget untuk aktivitas outdoor, commuting, atau buat kamu yang paparan mataharinya tinggi tapi tetap mau tampilan kulit yang natural. Dengan PA++++, perlindungan terhadap UVA juga sudah di level tertinggi.

Scarlett Acne Peace Daily Sunscreen SPF 35 PA++++

Ini pilihan buat kamu yang kulitnya berjerawat atau acne prone. Diformulasikan khusus supaya ringan dan tidak menambah beban di kulit yang sedang bermasalah. SPF 35 dengan PA++++ tetap memberikan perlindungan UVB dan UVA yang solid, tapi dengan formula yang lebih friendly untuk kulit berjerawat. Kalau selama ini kamu skip sunscreen karena takut makin breakout, ini jawabannya.

Logikanya sederhana: bukan soal mana yang lebih superior, tapi mana yang lebih tepat untuk kondisi kulit dan aktivitas kamu. Keduanya sama-sama PA++++, jadi urusan UVA sudah aman di kedua produk.

Jangan Terpaku pada Angka

Jadi, SPF 35 vs SPF 50, mana yang lebih baik? Jawabannya: yang paling baik adalah yang kamu pakai secara konsisten, dengan jumlah yang cukup, dan di-reapply rutin.

Selisih 1 persen antara SPF 35 dan SPF 50 tidak sebanding dengan dampak dari sunscreen yang cuma dioles tipis, tidak pernah diulang, atau bahkan tidak dipakai sama sekali karena teksturnya bikin tidak nyaman.

Yang jauh lebih penting untuk diperhatikan:

  1. Pastikan ada PA++++ untuk perlindungan UVA di iklim tropis
  2. Pakai dengan jumlah yang cukup, jangan pelit
  3. Reapply setiap 2 sampai 3 jam saat beraktivitas di luar
  4. Pilih tekstur yang cocok dengan jenis kulit, terutama kalau acne prone

Kalau kamu masih bingung mau mulai dari mana, kenali dulu aktivitas harian dan kondisi kulit sendiri. Dari situ, pilihannya jadi jauh lebih jelas.

Karena melindungi kulit dari matahari itu bukan soal siapa yang punya angka paling besar, tapi soal siapa yang paling rajin. Yuk, mulai rutin pakai sunscreen dari hari ini, Sahabat Scarlett. Minett temenin, ya!


Sayang kalau cuma kamu yang baca.

Bacaan lain
untuk kamu

Lihat semua artikel

FacebookInstagramTiktokWhatsappEmail
Scarlett Logo

Informasi

My AccountRESELLER RESMI SCARLETTSCARLETT Official Partner LaunchTentang SCARLETTCek Keaslian

Umroh Bareng Scarlett

Layanan Pelanggan

cs@scarlett.id

Metode Pembayaran

Transfer Bank (Virtual Account)

Transfer Bank (Virtual Account)
Transfer Bank (Virtual Account)
Transfer Bank (Virtual Account)
Transfer Bank (Virtual Account)
Transfer Bank (Virtual Account)
Transfer Bank (Virtual Account)
Transfer Bank (Virtual Account)
Transfer Bank (Virtual Account)
Transfer Bank (Virtual Account)

E-Wallet

E-Wallet
E-Wallet
E-Wallet
E-Wallet

Kartu Kredit

Kartu Kredit
Kartu Kredit
Kartu Kredit

Minimarket

Minimarket
Minimarket
Scarlett Logo

Layanan Pelanggan

cs@scarlett.id

Metode Pembayaran

Transfer Bank (Virtual Account)

Transfer Bank (Virtual Account)
Transfer Bank (Virtual Account)
Transfer Bank (Virtual Account)
Transfer Bank (Virtual Account)
Transfer Bank (Virtual Account)
Transfer Bank (Virtual Account)
Transfer Bank (Virtual Account)
Transfer Bank (Virtual Account)
Transfer Bank (Virtual Account)

E-Wallet

E-Wallet
E-Wallet
E-Wallet
E-Wallet

Kartu Kredit

Kartu Kredit
Kartu Kredit
Kartu Kredit

Minimarket

Minimarket
Minimarket
FacebookInstagramTiktokWhatsappEmail